Foto dok soendoel.blogspot.com
Abu Gunung Kelud Dok. Daryono/ Timlo.net
Gunung Kelud mengeluarkan debu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan mata dan pernapasan. Lantaran itu, bila debu menghujani wilayah Anda, sebaiknya berhati-hati. Bila salah, bisa-bisa Anda mengalami iritasi pada mata.

Berdasarkan rilis dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diterima Metrotvnews.com, Jumat (14/2), debu vulkanik berbentuk runcing dan kasar. Karakternya berbeda dengan abu sisa pembakaran batubara.

Abu vulkanik tak larut dalam air. Bila dalam kondisi basah, abu vulkanik dapat mengalirkan listrik. Kandungannya tersusun oleh mineral gelas tak berkristal. Sementara abu sisa pembakaran berbentuk bulat.

Kenakan masker untuk menghindarkan gangguan pernapasan akibat terhirup abu vulkanik. Gunakan juga kaca mata yang cukup besar. Sehingga mata lebih terlindungi dan tidak kelilipan.

Bila abu mengenai mata, jangan dikucek atau digosok. Bersihkan mata dengan semangkok air. Biarkan kering tanpa dilap. Bagi pengguna lensa kontak, jangan gunakan dulu peralatan itu untuk menghindari abrasi pada kornea.

Mata yang terpapar abu akan terasa berair, sakit, dan gatal. Mata memerah serasa terbakar.

Sumber MetroTV News




1 comments: