Syukur Alhamdulillah ..akhirnya mereka berhasil disertakan dalam Kelompok Terbang ke-X.

Sebanyak 547 Warga Indonesia yang melanggar keimigrasian dan ketenagakerjaan di Arab Saudi dipulangkan Kamis (12/12/2013) ke Tanah Air menggunakan penerbangan khusus SV 3810 yang berangkat dari Bandara KAAIA Jeddah pada pukul 22:15.

Sesampainya di Terminal Haji, sebagian dokumen perjalanan (SPLP) telah dibagi-bagikan oleh petugas imigrasi (Jawazat) di Tarhil sebelum para WNIO menaiki sejumlah bus yang akan membawa mereka ke Bandara, sebagian lagi tidak diserahkan kepada petugas kepolisian yang bertugas mengawal ke Bandara alias tertinggal.

Akhirnya, petugas KJRI di Shumaisi segera menghubungi petugas di Tarhil dan segera memberangkatkan setumpuk dokumen tersebut ke Bandara. Ternyata sebanyak 73 WNIO perempuan belum juga kebagian atau tidak menerima SPLP mereka padahal saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 17:15.

Mengingat waktu yang sangat sempit karena penumpang harus menjalani emeriksaan dan pengambilan sidik jari terlebih dahulu sebelum memasuki ruang tunggu keberangkatan, Petugas Lapangan Maskapai Saudia memberikan tenggang waktu 75 menit dan mengancam gate akan segera ditutup setelah itu.

Lagi, petugas KJRI di Bandara dan Tarhil Shumaisi dibuat kalang-kabut. Petugas piket dikerahkan dari Shumaisi untuk melacak keberadaan sejumlah SPLP dan bertanya sana-sini siapa petugas jawazat yang menangani ke 73 orang WNIO tadi dan memegang SPLP mereka. Setelah ditemukan, petugas KJRI segera meluncur ke Bandara agar dokumen tadi bisa sampai di tangan para pemiliknya tepat waktu.

Beberapa kaum ibu kala itu tampak gelisah, kuatir tidak bisa terbang malam itu juga. Sebagian lagi bengong dengan tatapan kosong. Yang lainnya tampak tenang-tenang saja dengan mulut komat-kamit sambil menggenggam tasbih.

Para petugas lapangan Maskapai Saudi mondar-mandir menanyakan petugas KJRI apakah dokumen telah sampai.

Sebagian petugas tampak muring-muring dan ngomel-ngomel sendiri menghadapi situasi menggelisahkan yang ditimbulkan oleh kurangnya koordinasi antar petugas Jawazat di Tarhil. Ini wajar-wajar saja. Namun boleh jadi keadaan ini dipicu oleh semangat mereka untuk mengejar target yang harus diberangkatkan hari itu. Wallahu A'lam...

Empat menit tersisa dari tenggang waktu yang diberikan, sekitar pukul 18:31 barang yang ditunggu-tunggu itu akhirnya muncul juga. Kaum ibu itu sontak bangkit kegirangan dan bergegas menyambar barang-barang bawaannya. Momen mendebarkan itu telah berakhir.

Sayang, kisah mendebarkan pemulangan Kamis silam berujung kisa sedih saat 4 orang dari mereka terpaksa harus kembali lagi ke Tarhil karena saat diperiksa ulang di Bandara ditemukan catatan bahwa mereka berstatus daftar pencarian orang oleh Pihak Kepolisian.

Dari 551 yang rencananya akan dipulangkan malam itu berkurang menjadi 547 penumpang. Mereka terdiri dari 421 perempuan, 57 laki-laki dan 69 anak.

Selamat jalan menuju Tanah Air wahai Saudara-saudara seBangsa dan seTanah Air. Selamat berkumpul kembali bersama keluarga tercinta …Doa kami selalu menyertai Anda sekalian ..

Salam Hangat Dari Kami,

Petugas KJRI
Diposting oleh Fauzy Chusny Di Group FB KJRI jeddah

0 comments:

Post a Comment