Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan Gunung Kelud tak akan meletus lagi dalam waktu dekat pasca erupsi Kamis 13 Februari 2014 malam.

Plt Bidang Pengawasan dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG, Gede Suantika, mengatakan, Gunung Kelud telah memuntahkan seluruh isi perutnya selama tiga jam dengan jumlah material sekira 100-120 juta meter kubik.

Secara eksplosif, seluruh material pasir batu bercampur lava pijar telah ditumpahkan dan menjelma menjadi hujan abu.

"Tidak, saya tegaskan Gunung Kelud tidak akan meletus lagi dalam waktu dekat," jelasnya kepada SINDOnews, Sabtu (15/2/2014).

Menurutnya, butuh waktu sekira tujuh tahun lagi untuk kembali mengisi kantong magma yang berada di dalam perut Gunung Kelud yang telah dimuntahkan dua hari lalu.

Kendati demikian, dirinya tetap mengimbau kepada warga yang berada di sekitaran Gunung Kelud untuk tetap waspada dan tak mendekat dalam radius 10 kilometer hingga gunung tersebut benar-benar dinyatakan aman.

Pasalnya, gas berwarna coklat kehitaman yang berarak mengikuti angin tersebut, dipastikan dapat membahayakan manusia bila menghirupnya.

"Bahaya jika dihirup. Maka itu kami imbau warga untuk selalu menggunakan masker," jelasnya.

Diketahui, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) memastikan Gunung Kelud, Jawa Timur (Jatim) telah meletus pada pukul 22.50 WIB, Kamis 13 Februari 2014, malam.

Hal itu dikatakan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. "Erupsi Gunung Kelud pertama terjadi 22.50 WIB. Arah erupsi ke barat daya," kata Sutopo lewat rilisnya, Jumat (14/2/2014) dini hari.

"Hujan abu, pasir dan kerikil diperkirakan hingga di radius 15 km (kilomater), khususnya di barat hingga barat daya dari Gunung Kelud. Puncak gunung terlihat kilat terus menerus yang mengindikasikan erupsi terus berlangsung. Visual kondisi gelap," imbuhnya.
Sumber Berita SINDO NEWS


3 comments: